Mengenal Bahan T-Shirt Polo Yang Sering Digunakan

Kaos atau t-shirt berkerah, atau yang sering disebut dengan kaos Polo, kian hari semakin banyak penggemarnya. Selain kegunaan, desainnya pun selalu mengalami peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu. Sehingga, mereka yang memakai nya seolah tampil kekinian.

Tapi tahukah kamu, bahwa t-shirt polo ini sudah ada semenjak abad ke-19. Jenis pakaian ini awalnya dikenakan dalam suatu olahraga polo, yakni olahraga menunggang kuda dengan mengenakan tongkat tuk memukul bola permainan. Sebagaimana yang diketahui, olahraga satu ini bisa disebut olahraga kaum bangsawan, atau kerabat dekat keluargaan.

Dengan sejarah kemunculannya, shirt polo sendiri sudah diidentikan dengan symbol kemewahan. Maka sebagai implementasi, saat ini shirt polo pun dianggap layak digunakan dalam acara formal sekalipun. Dengan desain berkerah, shirt polo akan menambah kesan rapi dan sopan, sehingga nyaman digunakan dalam acara resmi.

Popularitas polo semakin tinggi, karena saat ini banyak aktivis, komunitas, atau perkumpulan yang ingin merancang desain shirt polo-nya sendiri. Meski di pasaran sudah banyak, namun memiliki sendiri kaos identitas merupakan kebanggaan khas. Nah, sebagai wawasan penting, kali ini akan kami paparkan beberapa tipe bahan yang banyak dipakai untuk shirt polo.

Lacoste

Nama Lacoste, berasal dari salah satu perusahaan terkenal di Perancis, yang mencetuskan bahan terbaik untuk t-shirt polo. Di Perancis, bahan lacoste sendiri semakin banyak dipakai untuk membuat shirt polo. Apalagi semenjak desainer terkenal Lemaire merancang desain klasik yang lebih mewah dan modern.

Teknik rajutan dari bahan satu ini menjadikan shirt polo nampak berkesan dan lebih rapi serta formal. Jika dilihat seksama, pori-pori yang ada pada lacoste ini memiliki tingkat breathability yang sangat baik.

Pique

Pique, sebagai bahan shirt polo sudah ada semenjak abad ke-18. Bahan satu ini dibentuk dengan metode penenunan dua buah kain, kemudian dipadukan dengan menjalin antar benangnya.

Metode pembuatan pique, sejatinya lebih mirip dengan bahan lacoste, yakni dirajut. Akan tetapi, titik perbedaannya, ada pada pola rajutan segi enam untuk pique, dan segi empat untuk lacoste. Akan tetapi, dari segi breathability, baik lacoste maupun pique sama-sama berkualitas.

Chief Value Cotton

Chief Value Cotton, atau yang biasa disebut dengan CVC merupakan jenis bahan yang memiliki komposisi perpaduan antara cotton 55% dengan polyester 45%. Dengan perpaduan ini, banyak yang mengira bahan CVC merupakan katun viscose, padahal keduanya terdapat perbedaan sifat.

Viscose ialah salah satu jenis rayon, yakni serat yang dibuat dari semi sintetos, dihasilkan dari slulosa. Meski terbilang mirip, dari kenyamanan jelas CVC lebih nyaman digunakan untuk shirt polo kekinian.

Polyester

Umumnya, bahan polyester banyak digunakan untuk produksi garmen, atau lebih tepatnya diperuntukkan untuk outdoor. Dengan sifatnya yang tahan terhadap air, menjadikan kegiatan luar ruangan kamu tetap aman meski tanpa pelindung tambahan.

Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, bahan jenis ini ternyata digunakan pula untuk shirt polo pria. Dan melirik tampilannya, nampak sah-sah saja dan keren. Tentu bahan saja tak cukup, karena desain pun mendukung.

Nah sobat, itulah beberapa jenis bahan kain yang biasanya dipergunakan untuk shirt polo. Sebagaimana rumusnya, selain bahan yang berkualitas, shirt polo akan semakin mewah ketika desain yang disajikan memang keren.

Maka, bagi kamu yang berencana mendesain dan memproduksi sendiri shirt polo, pastikan bahan yang kamu pilih benar-benar bagus dan nyaman dipakai. Kemudian agar lebih keren, karena bersifat independen, kamu bisa memastikan desain yang ditawarkan benar-benar keren dan kekinian.